Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Nusa Post
PROBOLINGGO – Salah satu indikator sukses dan
tidaknya program pembangunan adalah kekompakan dan keguyuban masyarakat dalam
melakukan gotong royong membangun desa. Oleh karena itu, gotong royong wajib
hukumnya untuk terus dilestarikan.
Hal
tersebut ditegaskan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika
menghadiri kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Karangpranti
Kecamatan Pajarakan, Rabu (11/10/2017).
Menurut
Bupati Tantri, budaya gotong royong ini merupakan budaya luhur bangsa. Oleh
karena itu sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk melestarikan
gotong royong ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya
berharap agar kegiatan gotong royong ini tidak hanya ramai saat hari ini saja,
tetapi implementasi langsung di masyarakat untuk merekatkan tali silaturrahim
sehingga dengan kekompakan menjadi modal besar untuk sukses dan lancarnya
proses pembangunan,” ungkapnya.
Hal
senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan
Aminuddin, M.Si. Menurutnya, budaya gotong royong ini merupakan cerminan dari
khoirunnas anfa ‘uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi
manusia lainnya).
“Ada
tiga hal yang harus dikorbankan agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
Yakni ilmu, tenaga dan uang. Gotong royong itu berarti mengorbankan ilmu dan
tenaganya. Syukur-syukur kalau bisa juga dengan uangnya. Tiga hal ini masuk
dalam khoirunnas anfa ‘uhum linnas. Dua saja kita sudah menang, apalagi
ketiga-tiganya. Insya Allah akan dijauhkan dan akan diberi jalan kemudahan oleh
Allah SWT,” katanya.
Menurut
Hasan, gotong royong ini sudah memberikan uswatun hasanah. Sebagai kepala
keluarga harus mampu mengamalkan, minimal dalam keluarga dan hal-hal kecil di
lingkungannya.
“Amalkanlah
hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan. Sebenarnya kita semua
pandai mengaji, tetapi masih belum mampu mengamalkannya. Marilah bersama-sama
mengamalkan ilmu agama dan umum dalam kehidupan sehari-hari agar selamat dunia
akhirat,” ajaknya.
Sementara
Kepala Desa Karangpranti Hosen mengungkapkan bahwa Desa Karangpranti ini
memiliki arti tempat alat perang. Dimana sebagian besar penduduknya bermata
pencaharian sebagai petani dan pedagang. Tahun 2010 lalu, Desa Karangpranti
pernah dinobatkan sebagai desa terbaik. Sehingga tahun 2011 menjadi tuan rumah
Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong.
“Saat
ini, Desa Karangpranti tercatat sebagai 10 besar terbaik dalam pengelolaan dana
desa tingkat Kabupaten Probolinggo. Mari kita terus bersama-sama membangun desa
demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kegiatan
gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini juga dimeriahkan dengan
pengobatan massal dan pemasangan implant serta pameran produk unggulan
masyarakat Kecamatan Pajarakan. Tidak ketinggalan pula fashion show Batik
Selowaty karya Muhaeroh dari Desa Selogudig Kulon Kecamatan Pajarakan.
Gotong
royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh sejumlah Kepala
Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pajarakan Sukarno dan Forkopimka
Pajarakan, Kepala Desa se-Kecamatan Pajarakan serta tokoh agama dan tokoh
masyarakat se-Kecamatan Pajarakan. (adv/budi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar