Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Tabloid Nusa Post
PROBOLINGGO – Untuk pertama kalinya,
ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Probolinggo melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di auditorium
Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (13/10/2017) pagi.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Wakil Bupati
Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo
Soeparwiyono, para Kepala OPD dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab
Probolinggo. Serta sejumlah tokoh agama yang ada di Kota Kraksaan dan
sekitarnya.
Bertindak
sebagai imam sholat adalah Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili.
Sementara doa bersama dipimpin oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul
Hadi Saifullah.
Dalam
sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah mengaku
sangat bangga karena seorang pemimpin di Kabupaten Probolinggo mampu memberikan
instruksi untuk melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di Kantor
Bupati Probolinggo.
“Ini
merupakan kegiatan yang pertama di jajaran pemerintah di Indonesia. Karena saya
sudah browsing di internet ternyata belum ada dan belum pernah dengar seorang
kepala daerah memberikan instruksi sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama. Ini
hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut
Kiai Abdul Hadi, orang yang menjalankan sholat Dhha adalah orang yang taat
kepada Allah dan orang yang kembali kepada Allah. “Selama ini kita sudah jauh
dari Allah dan hari ini melalui kebijakan Ibu Bupati kita diajak kembali kepada
Allah. Semoga Kantor Bupati Probolingg ini menjadi kantor yang barokah. Sebab
dengan kebarokahan kita akan selamat dunia akhirat,” tegasnya.
Sementara
Bupati Tantri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan semata-mata untuk
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Disamping tentunya agar
senantiasa diberi keselamatan, kemudahan dan kelancaran serta dihindarkan dari
segala bala dan musibah dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada
masyarakat, bangsa dan bernegara,” katanya.
Lebih
lanjut Bupati Tantri yakin bahwa kegiatan ini disamping akan menjadi media bagi
kita untuk membentuk dan membangun kesadaran personal akan nilai-nilai ilahy
menuju peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga akan menjadi
sarana bagi kita untuk terus mempererat jalinan silaturahim.
“Diharapkan
kedepan akan semakin terbangun kesamaan visi, misi dan persepsi diantara kita
semua, baik dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan maupun dalam
pelaksanaan pembangunan serta pemberian layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bupati
Tantri mengharapkan agar kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan
perenungan dan koreksi atas ragam kekhilafan dan kesalahan yang sempat dan
pernah dilakukan. “Marilah kita berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah
SWT. Sehingga kita semuanya dapat dibebaskan dari segala musibah dan
kebathilan,” tegasnya.
Menurut
Bupati Tantri, beragam peristiwa yang akhir-akhir ini sering menghiasi media
cetak dan elektronik tentunya menjadi peringatan untuk selalu selalu mengingat,
berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa berada pada jalan lurus
yang diridhai Allah.
“Mari
kita lakukan intropeksi dan refleksi diri. Intropeksi atas segala perilaku
kehidupan kita sebelumnya menuju refleksi kehidupan yang penuh dengan rahmat
dan maunah Allah SWT,” terangnya.
Bupati
Tantri menegaskan sebuah refleksi yang dapat menggugah emosionalitas dan
spiritualitas menuju kesadaran ilahi, sehingga dapat menjadi aparatur
pemerintah yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Yakni rasa syukur yang
termanifestasikan dari kesadaran personal dan sosial yang bermuara pada
kesadaran ilahi.
“Saya
berharap semoga dengan dzikir dan doa bersama ini, permohonan kita yang tulus
dan ikhlas, niat kita yang lurus dan jujur diimbangi dengan kesempurnaan
ikhtiar dikabulkan Allah SWT,” harapnya.
Rencananya,
kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama ini akan dilakukan secara
istiqomah setiap Jumat Legi. Kegiatan ini diawali dengan sholat Dhuha berjamaah
sebanyak 4 rokaat, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, istighotsah dan
tahlil bersama. Kemudian diakhiri dengan doa bersama. (adv/budi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar