Laporan
– Budi Suprayitno
Wartawan
Tabloid Nusa Post
PROBOLINGGO – Untuk meningkatkan Profesionalisme
dan kompetensi guru dalam membentuk karakter anak didik, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo
menyelenggarakan Seminar dan workshop di Gedung Islamic Center, Kota Kraksaan Kabupaten
Probolinggo, guna merevolusi mental untuk mengoptimalkan potensisiswa. Sekitar
1500 guru hadir dalam seminar. Mereka juga banyak berasal dari tiga Kabupaten diantaranya
Kabupaten Lumajang , Jember dan Bondowoso.
Selain Bupati Probolinggo, kegiatanini
juga dihadiri Ketua Umum PB PGRI Dr Unifah Rosyidi M Pd, Ketua Pengurus
PGRI Provinsi Jatim, Drs H IchwanSumadi M Pd dan Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo,
Purnomo S Pd MM .
Berkenaan dengan pengangkatan Guru
TidakTetap( GTT ). Bupati juga menjelaskan, bahwa hanya Kabupaten Probolinggo
yang berani melakukan pengangkatan sekitar 2361 GTT, yang sudah diperjelas
status kepegawaiannya.
Hal itu merupakan upaya dan bentuk perhatian
serta keseriusan Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar nasib guru dapat diperjelasdan
demi meratanya kebutuhan guru yang ada di Kabupaten Probolinggo
“ Saya harap para GTT yang sudah diberi
SK Bupati agar bisa bekerja dengan baik dan mampu mengabdikan dirinya dengan ikhlas
serta mampu menerima, walau dengan segala konsekwensinya, termasuk harus di
tempatkan di manapun .
Menurutnya, lanjut Bupati menjelaskan jika
melihat potensi guru di Kabupaten Probolinggo ini adalah luar biasa dan perlu ada
niat untuk selalu menjaga ahklak yang mulia, “ karna dengan ahklak guru akan bisa
menjadi barometernya pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo, “ ucapnya.
Dalam acara itu, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo,
Purnomo, mengungkapkan jika dalam kegiatan ini harus ada hasilnya, karena hasil
dari workshop diharapkan bisa meningkatkan profesionalismenya dalam menggali potensi
karakteristik anak didik sehingga guru bisa mengetahui kemampuan siswa. Apalagi
banyaknya kasus Narkoba yang sudah masuk di sekolah-sekolah, “untuk itu peran
guru sangat penting, anak didik kita harus terhindar dari narkoba. Peran guru
harus dapat mencegah sebelum terjadi“ ucapnya. (Adv/budi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar