Sabtu, 11 November 2017

PEMBANGUNAN PASAR PANGALENGAN DENGAN KEBIJAKAN YANG BERPIHAK PADA MASYRAKAT PERLU MENDAPAT DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK




BANDUNG - Pembangunan Pasar Pangalengan yang sudah resmi di mulai dimana dengan telah dilakukannya Peletakan Batu Pertama oleh Bapak Bupati Bandung pada tanggal 3 Oktober lalu (03-10-2017) dimanayang merupakan pekerjaan awal proyeka tersebut adalah dengan membangun kios sementara sementara (TPS) yang merupakan tempat penampungan pedagang sementara sepanjang pembangunan pasar yang sesungguhnya selesai diproses. Untuk kepentingann tersebut, setelah melalui proses penjaringan / seleksi maka ditetapkanlah PT. ARMANI AGRO SUKSES sebagai perusahaan terbaik berdasarkan penjaringan tadi sebagai pelaksana proyek ini, melalui SK Bupati Bandung.
Terkait pelaksanaan, beraneka ragam pendapat bermunculan hal ini kemudian pengemuka pada Rapat koordinasi bersama Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD)Kab Bandung yang bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Desa Pangalengan (26-10-2017) yang dihadiri oleh semua pihak yang terkait dalam proyek ini, terutama komunitas dan tokoh pedagang pasar selaku calon konsumen, dimana berkesudahan bahwa semua pihak sepakat bahwa proyek ini harus tetap dilanjutkan.
Dalam kesempatan terpisah , Asep selaku Direktur Operasional .Pt Armani Agro Sukses yang brhasil kami hubungi di lokasi proyek, menerangkan, bahwa pada prinsipnya kami telah dan akan selalu mengakomodir aspirasi masyarakat pasar hususnya dari awal perencanaan maupun pada pelaksanaan nantinya, tetapi pada perencanaan pun berdasar pada pengalaman kami selaku pengembang kami suadah mengadaptasi pada kehendak konsumen, mengenai ukuran ruang kios disini ada lima ukuran yang nantinya menjadi bahan pilihan bagi konsumen dan dari sisi harga jual kami kami siap dengan tanpa uang muka dengan jangka waktu cicilan selama 5 (lima) tahun dan jika dengan jangka waktu sekian lama masih ada yang belum lunas bisa dilanjut melalui perbankan, insya allah kami akan mempasilitasi itu semua.
Hal serupa juga diuutarakan oleh ibu Kades Pangalengan, Dra Tati S Julian Domo, yang dapat kami kubungi secara terpisah, serta menambah kan harapannya : Bahwa Pembangunan Pasar Pangalengan dapat menjadi saksi bagi bdrkembangnya sosial ekonomi.

Bupati Probolinggo Pengangkatan Guru TidakTetap (GTT)



Laporan – Budi Suprayitno
Wartawan Tabloid Nusa Post

PROBOLINGGO – Untuk meningkatkan Profesionalisme dan kompetensi guru dalam membentuk karakter anak didik, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan Seminar dan workshop di Gedung Islamic Center, Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, guna merevolusi mental untuk mengoptimalkan potensisiswa. Sekitar 1500 guru hadir dalam seminar. Mereka juga banyak berasal dari tiga Kabupaten diantaranya Kabupaten Lumajang , Jember dan Bondowoso.

Selain Bupati Probolinggo, kegiatanini juga dihadiri Ketua Umum PB PGRI Dr Unifah Rosyidi M Pd,  Ketua Pengurus PGRI Provinsi Jatim, Drs H IchwanSumadi M Pd dan Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Purnomo S Pd MM .


Berkenaan dengan pengangkatan Guru TidakTetap( GTT ). Bupati juga menjelaskan, bahwa hanya Kabupaten Probolinggo yang berani melakukan pengangkatan sekitar 2361 GTT, yang sudah diperjelas status kepegawaiannya.
Hal itu merupakan upaya dan bentuk perhatian serta keseriusan Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar nasib guru dapat diperjelasdan demi meratanya kebutuhan guru yang ada di Kabupaten Probolinggo

“ Saya harap para GTT yang sudah diberi SK Bupati agar bisa bekerja dengan baik dan mampu mengabdikan dirinya dengan ikhlas serta mampu menerima, walau dengan segala konsekwensinya, termasuk harus di tempatkan di manapun .

Menurutnya, lanjut Bupati menjelaskan jika melihat potensi guru di Kabupaten Probolinggo ini adalah luar biasa dan perlu ada niat untuk selalu menjaga ahklak yang mulia, “ karna dengan ahklak guru akan bisa menjadi barometernya pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo, “ ucapnya.
Dalam acara itu, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Purnomo, mengungkapkan jika dalam kegiatan ini harus ada hasilnya, karena hasil dari workshop diharapkan bisa meningkatkan profesionalismenya dalam menggali potensi karakteristik anak didik sehingga guru bisa mengetahui kemampuan siswa. Apalagi banyaknya kasus Narkoba yang sudah masuk di sekolah-sekolah, “untuk itu peran guru sangat penting, anak didik kita harus terhindar dari narkoba. Peran guru harus dapat mencegah sebelum terjadi“ ucapnya. (Adv/budi)



Minggu, 15 Oktober 2017

Gotong Royong Wajib Hukumnya Dilestarikan



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Nusa Post

PROBOLINGGO – Salah satu indikator sukses dan tidaknya program pembangunan adalah kekompakan dan keguyuban masyarakat dalam melakukan gotong royong membangun desa. Oleh karena itu, gotong royong wajib hukumnya untuk terus dilestarikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika menghadiri kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan, Rabu (11/10/2017).
Menurut Bupati Tantri, budaya gotong royong ini merupakan budaya luhur bangsa. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk melestarikan gotong royong ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap agar kegiatan gotong royong ini tidak hanya ramai saat hari ini saja, tetapi implementasi langsung di masyarakat untuk merekatkan tali silaturrahim sehingga dengan kekompakan menjadi modal besar untuk sukses dan lancarnya proses pembangunan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Menurutnya, budaya gotong royong ini merupakan cerminan dari khoirunnas anfa ‘uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya).
“Ada tiga hal yang harus dikorbankan agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Yakni ilmu, tenaga dan uang. Gotong royong itu berarti mengorbankan ilmu dan tenaganya. Syukur-syukur kalau bisa juga dengan uangnya. Tiga hal ini masuk dalam khoirunnas anfa ‘uhum linnas. Dua saja kita sudah menang, apalagi ketiga-tiganya. Insya Allah akan dijauhkan dan akan diberi jalan kemudahan oleh Allah SWT,” katanya.
Menurut Hasan, gotong royong ini sudah memberikan uswatun hasanah. Sebagai kepala keluarga harus mampu mengamalkan, minimal dalam keluarga dan hal-hal kecil di lingkungannya.
“Amalkanlah hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan. Sebenarnya kita semua pandai mengaji, tetapi masih belum mampu mengamalkannya. Marilah bersama-sama mengamalkan ilmu agama dan umum dalam kehidupan sehari-hari agar selamat dunia akhirat,” ajaknya.
Sementara Kepala Desa Karangpranti Hosen mengungkapkan bahwa Desa Karangpranti ini memiliki arti tempat alat perang. Dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Tahun 2010 lalu, Desa Karangpranti pernah dinobatkan sebagai desa terbaik. Sehingga tahun 2011 menjadi tuan rumah Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong.
“Saat ini, Desa Karangpranti tercatat sebagai 10 besar terbaik dalam pengelolaan dana desa tingkat Kabupaten Probolinggo. Mari kita terus bersama-sama membangun desa demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kegiatan gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini juga dimeriahkan dengan pengobatan massal dan pemasangan implant serta pameran produk unggulan masyarakat Kecamatan Pajarakan. Tidak ketinggalan pula fashion show Batik Selowaty karya Muhaeroh dari Desa Selogudig Kulon Kecamatan Pajarakan.
Gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pajarakan Sukarno dan Forkopimka Pajarakan, Kepala Desa se-Kecamatan Pajarakan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pajarakan. (adv/budi)

Bupati Tantri Resmikan Galeri Batik Tulis Dewi Rengganis



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Nusa Post

PROBOLINGGO – Galeri batik tulis Dewi Rengganis, Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo diresmikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemotongan karangan bunga, Rabu (11/10/2017).
Hadir mendampingi Bupati Tantri dalam peresmian itu anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si, Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko beserta, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko dan sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Diungkapkan oleh Bupati Tantri bahwa galeri batik tulis yang cukup representatif dan memadai ini adalah milik Hj. Rusyami yang merupakan salah satu dari tiga pioner batik tulis khas Kabupaten Probolinggo. Galeri ini merupakan impiannya sejak awal menggeluti usaha batik tulis.
“Ini merupakan salah satu impian saya juga dimana Kabupaten Probolinggo belum memiliki satu jujukan yang pas bagi masyarakat maupun tamu dari luar yang menginginkan sebuah batik khas Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Dalam apresiasinya ini Bupati Tantri mengharapkan agar keberhasilan ini bisa menginspirasi insan pengusaha kecil lainnya dalam menekuni sebuah usaha. “Hj. Rusyami ini latar belakang pendidikannya tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusan tekstil apalagi batik. Namun kecintaannya pada budaya dan warisan leluhur serta motivasi belajar yang kuat telah mampu membawanya sejauh ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Tantri juga menegaskan kepada segenap pengrajin batik tulis lainnya agar melakukan langkah serupa serta meniru hal-hal positif yang dimiliki Rusyami. “Beliau ini motivasi belajarnya tinggi dan sangat mudah menerima masukan dan langsung mempraktekannya,” tegasnya.
“Ayo yang lain bikin galeri juga dirumah, kecil-kecilan dulu. Kami Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan selalu mendukung dalam hal infrastruktur. Seperti yang kita lihat, sebelum galeri ini diresmikan, Alhamdulillah jalannya sudah mulus duluan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri menuturkan bahwa momentum ini adalah sebagai contoh awal dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo yang menghasilkan semangat kebersamaan pada sesama pengusaha.
“Bantu teman pengrajin lain yang belum punya galeri meskipun judulnya ini galeri Dewi Rengganis, namun untuk melengkapi koleksinya silahkan ambil dari Pak Satimin, Ronggo Mukti, Balqis, Selogudiq dan yang lain,” tambahnya.
“Akhirnya semoga kehadiran galeri ini semakin membawa barokah baik bagi sesama pengrajin maupun bagi Bu Rusyami sendiri. Dimana hari ini tercatat telah ada 48 orang yang bekerja di galeri ini,” pungkasnya. (adv/budi)

Pertama Kali, Ratusan ASN Sholat Dhuha Berjamaah dan Doa Bersama



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Tabloid Nusa Post
PROBOLINGGO – Untuk pertama kalinya, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (13/10/2017) pagi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, para Kepala OPD dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta sejumlah tokoh agama yang ada di Kota Kraksaan dan sekitarnya.
Bertindak sebagai imam sholat adalah Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili. Sementara doa bersama dipimpin oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah.
Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah mengaku sangat bangga karena seorang pemimpin di Kabupaten Probolinggo mampu memberikan instruksi untuk melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di Kantor Bupati Probolinggo.
“Ini merupakan kegiatan yang pertama di jajaran pemerintah di Indonesia. Karena saya sudah browsing di internet ternyata belum ada dan belum pernah dengar seorang kepala daerah memberikan instruksi sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama. Ini hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Kiai Abdul Hadi, orang yang menjalankan sholat Dhha adalah orang yang taat kepada Allah dan orang yang kembali kepada Allah. “Selama ini kita sudah jauh dari Allah dan hari ini melalui kebijakan Ibu Bupati kita diajak kembali kepada Allah. Semoga Kantor Bupati Probolingg ini menjadi kantor yang barokah. Sebab dengan kebarokahan kita akan selamat dunia akhirat,” tegasnya.
Sementara Bupati Tantri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Disamping tentunya agar senantiasa diberi keselamatan, kemudahan dan kelancaran serta dihindarkan dari segala bala dan musibah dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan bernegara,” katanya.
Lebih lanjut Bupati Tantri yakin bahwa kegiatan ini disamping akan menjadi media bagi kita untuk membentuk dan membangun kesadaran personal akan nilai-nilai ilahy menuju peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga akan menjadi sarana bagi kita untuk terus mempererat jalinan silaturahim.
“Diharapkan kedepan akan semakin terbangun kesamaan visi, misi dan persepsi diantara kita semua, baik dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan maupun dalam pelaksanaan pembangunan serta pemberian layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bupati Tantri mengharapkan agar kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan perenungan dan koreksi atas ragam kekhilafan dan kesalahan yang sempat dan pernah dilakukan. “Marilah kita berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Sehingga kita semuanya dapat dibebaskan dari segala musibah dan kebathilan,” tegasnya.
Menurut Bupati Tantri, beragam peristiwa yang akhir-akhir ini sering menghiasi media cetak dan elektronik tentunya menjadi peringatan untuk selalu selalu mengingat, berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa berada pada jalan lurus yang diridhai Allah.
“Mari kita lakukan intropeksi dan refleksi diri. Intropeksi atas segala perilaku kehidupan kita sebelumnya menuju refleksi kehidupan yang penuh dengan rahmat dan maunah Allah SWT,” terangnya.
Bupati Tantri menegaskan sebuah refleksi yang dapat menggugah emosionalitas dan spiritualitas menuju kesadaran ilahi, sehingga dapat menjadi aparatur pemerintah yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Yakni rasa syukur yang termanifestasikan dari kesadaran personal dan sosial yang bermuara pada kesadaran ilahi.
“Saya berharap semoga dengan dzikir dan doa bersama ini, permohonan kita yang tulus dan ikhlas, niat kita yang lurus dan jujur diimbangi dengan kesempurnaan ikhtiar dikabulkan Allah SWT,” harapnya.
Rencananya, kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama ini akan dilakukan secara istiqomah setiap Jumat Legi. Kegiatan ini diawali dengan sholat Dhuha berjamaah sebanyak 4 rokaat, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, istighotsah dan tahlil bersama. Kemudian diakhiri dengan doa bersama. (adv/budi)