Minggu, 15 Oktober 2017

Gotong Royong Wajib Hukumnya Dilestarikan



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Nusa Post

PROBOLINGGO – Salah satu indikator sukses dan tidaknya program pembangunan adalah kekompakan dan keguyuban masyarakat dalam melakukan gotong royong membangun desa. Oleh karena itu, gotong royong wajib hukumnya untuk terus dilestarikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika menghadiri kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan, Rabu (11/10/2017).
Menurut Bupati Tantri, budaya gotong royong ini merupakan budaya luhur bangsa. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk melestarikan gotong royong ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap agar kegiatan gotong royong ini tidak hanya ramai saat hari ini saja, tetapi implementasi langsung di masyarakat untuk merekatkan tali silaturrahim sehingga dengan kekompakan menjadi modal besar untuk sukses dan lancarnya proses pembangunan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Menurutnya, budaya gotong royong ini merupakan cerminan dari khoirunnas anfa ‘uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya).
“Ada tiga hal yang harus dikorbankan agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Yakni ilmu, tenaga dan uang. Gotong royong itu berarti mengorbankan ilmu dan tenaganya. Syukur-syukur kalau bisa juga dengan uangnya. Tiga hal ini masuk dalam khoirunnas anfa ‘uhum linnas. Dua saja kita sudah menang, apalagi ketiga-tiganya. Insya Allah akan dijauhkan dan akan diberi jalan kemudahan oleh Allah SWT,” katanya.
Menurut Hasan, gotong royong ini sudah memberikan uswatun hasanah. Sebagai kepala keluarga harus mampu mengamalkan, minimal dalam keluarga dan hal-hal kecil di lingkungannya.
“Amalkanlah hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan. Sebenarnya kita semua pandai mengaji, tetapi masih belum mampu mengamalkannya. Marilah bersama-sama mengamalkan ilmu agama dan umum dalam kehidupan sehari-hari agar selamat dunia akhirat,” ajaknya.
Sementara Kepala Desa Karangpranti Hosen mengungkapkan bahwa Desa Karangpranti ini memiliki arti tempat alat perang. Dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Tahun 2010 lalu, Desa Karangpranti pernah dinobatkan sebagai desa terbaik. Sehingga tahun 2011 menjadi tuan rumah Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong.
“Saat ini, Desa Karangpranti tercatat sebagai 10 besar terbaik dalam pengelolaan dana desa tingkat Kabupaten Probolinggo. Mari kita terus bersama-sama membangun desa demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kegiatan gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini juga dimeriahkan dengan pengobatan massal dan pemasangan implant serta pameran produk unggulan masyarakat Kecamatan Pajarakan. Tidak ketinggalan pula fashion show Batik Selowaty karya Muhaeroh dari Desa Selogudig Kulon Kecamatan Pajarakan.
Gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pajarakan Sukarno dan Forkopimka Pajarakan, Kepala Desa se-Kecamatan Pajarakan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pajarakan. (adv/budi)

Bupati Tantri Resmikan Galeri Batik Tulis Dewi Rengganis



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Nusa Post

PROBOLINGGO – Galeri batik tulis Dewi Rengganis, Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo diresmikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemotongan karangan bunga, Rabu (11/10/2017).
Hadir mendampingi Bupati Tantri dalam peresmian itu anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si, Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko beserta, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko dan sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Diungkapkan oleh Bupati Tantri bahwa galeri batik tulis yang cukup representatif dan memadai ini adalah milik Hj. Rusyami yang merupakan salah satu dari tiga pioner batik tulis khas Kabupaten Probolinggo. Galeri ini merupakan impiannya sejak awal menggeluti usaha batik tulis.
“Ini merupakan salah satu impian saya juga dimana Kabupaten Probolinggo belum memiliki satu jujukan yang pas bagi masyarakat maupun tamu dari luar yang menginginkan sebuah batik khas Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Dalam apresiasinya ini Bupati Tantri mengharapkan agar keberhasilan ini bisa menginspirasi insan pengusaha kecil lainnya dalam menekuni sebuah usaha. “Hj. Rusyami ini latar belakang pendidikannya tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusan tekstil apalagi batik. Namun kecintaannya pada budaya dan warisan leluhur serta motivasi belajar yang kuat telah mampu membawanya sejauh ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Tantri juga menegaskan kepada segenap pengrajin batik tulis lainnya agar melakukan langkah serupa serta meniru hal-hal positif yang dimiliki Rusyami. “Beliau ini motivasi belajarnya tinggi dan sangat mudah menerima masukan dan langsung mempraktekannya,” tegasnya.
“Ayo yang lain bikin galeri juga dirumah, kecil-kecilan dulu. Kami Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan selalu mendukung dalam hal infrastruktur. Seperti yang kita lihat, sebelum galeri ini diresmikan, Alhamdulillah jalannya sudah mulus duluan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri menuturkan bahwa momentum ini adalah sebagai contoh awal dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo yang menghasilkan semangat kebersamaan pada sesama pengusaha.
“Bantu teman pengrajin lain yang belum punya galeri meskipun judulnya ini galeri Dewi Rengganis, namun untuk melengkapi koleksinya silahkan ambil dari Pak Satimin, Ronggo Mukti, Balqis, Selogudiq dan yang lain,” tambahnya.
“Akhirnya semoga kehadiran galeri ini semakin membawa barokah baik bagi sesama pengrajin maupun bagi Bu Rusyami sendiri. Dimana hari ini tercatat telah ada 48 orang yang bekerja di galeri ini,” pungkasnya. (adv/budi)

Pertama Kali, Ratusan ASN Sholat Dhuha Berjamaah dan Doa Bersama



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Tabloid Nusa Post
PROBOLINGGO – Untuk pertama kalinya, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (13/10/2017) pagi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, para Kepala OPD dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta sejumlah tokoh agama yang ada di Kota Kraksaan dan sekitarnya.
Bertindak sebagai imam sholat adalah Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili. Sementara doa bersama dipimpin oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah.
Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah mengaku sangat bangga karena seorang pemimpin di Kabupaten Probolinggo mampu memberikan instruksi untuk melakukan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama di Kantor Bupati Probolinggo.
“Ini merupakan kegiatan yang pertama di jajaran pemerintah di Indonesia. Karena saya sudah browsing di internet ternyata belum ada dan belum pernah dengar seorang kepala daerah memberikan instruksi sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama. Ini hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Kiai Abdul Hadi, orang yang menjalankan sholat Dhha adalah orang yang taat kepada Allah dan orang yang kembali kepada Allah. “Selama ini kita sudah jauh dari Allah dan hari ini melalui kebijakan Ibu Bupati kita diajak kembali kepada Allah. Semoga Kantor Bupati Probolingg ini menjadi kantor yang barokah. Sebab dengan kebarokahan kita akan selamat dunia akhirat,” tegasnya.
Sementara Bupati Tantri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Disamping tentunya agar senantiasa diberi keselamatan, kemudahan dan kelancaran serta dihindarkan dari segala bala dan musibah dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan bernegara,” katanya.
Lebih lanjut Bupati Tantri yakin bahwa kegiatan ini disamping akan menjadi media bagi kita untuk membentuk dan membangun kesadaran personal akan nilai-nilai ilahy menuju peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga akan menjadi sarana bagi kita untuk terus mempererat jalinan silaturahim.
“Diharapkan kedepan akan semakin terbangun kesamaan visi, misi dan persepsi diantara kita semua, baik dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan maupun dalam pelaksanaan pembangunan serta pemberian layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bupati Tantri mengharapkan agar kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan perenungan dan koreksi atas ragam kekhilafan dan kesalahan yang sempat dan pernah dilakukan. “Marilah kita berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Sehingga kita semuanya dapat dibebaskan dari segala musibah dan kebathilan,” tegasnya.
Menurut Bupati Tantri, beragam peristiwa yang akhir-akhir ini sering menghiasi media cetak dan elektronik tentunya menjadi peringatan untuk selalu selalu mengingat, berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa berada pada jalan lurus yang diridhai Allah.
“Mari kita lakukan intropeksi dan refleksi diri. Intropeksi atas segala perilaku kehidupan kita sebelumnya menuju refleksi kehidupan yang penuh dengan rahmat dan maunah Allah SWT,” terangnya.
Bupati Tantri menegaskan sebuah refleksi yang dapat menggugah emosionalitas dan spiritualitas menuju kesadaran ilahi, sehingga dapat menjadi aparatur pemerintah yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Yakni rasa syukur yang termanifestasikan dari kesadaran personal dan sosial yang bermuara pada kesadaran ilahi.
“Saya berharap semoga dengan dzikir dan doa bersama ini, permohonan kita yang tulus dan ikhlas, niat kita yang lurus dan jujur diimbangi dengan kesempurnaan ikhtiar dikabulkan Allah SWT,” harapnya.
Rencananya, kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan doa bersama ini akan dilakukan secara istiqomah setiap Jumat Legi. Kegiatan ini diawali dengan sholat Dhuha berjamaah sebanyak 4 rokaat, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, istighotsah dan tahlil bersama. Kemudian diakhiri dengan doa bersama. (adv/budi)

Pemkab Probolinggo Kembali Raih Penghargaan Tingkat Provinsi



Laporan : Budi Suprayitno
Wartawan Tabloid Nusa Post

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kabupaten Probolinggo. Salah satu desa rawan bencana di daerah pegunungan Kabupaten Probolinggo berhasil meraih penghargaan bergengsi tingkat Provinsi Jawa Timur. Dua penghargaan sekaligus diterima oleh Desa Sumberanom Kec. Sumber yaitu sebagai pemenang Lomba Pengelola Data Bencana Kategori Administrasi dan Lomba Desa Tangguh Bencana Kategori Madya Bidang Partisipasi dan Pengembangan Kapasitas.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko pada upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 72 di Kompleks Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10/2017).
Prestasi ini diraih atas kerja keras Pemkab Probolinggo melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) yang melakukan pembinaan terhadap desa-desa yang rawan bencana serta pembinaan terhadap pengelolaan Administrasi Pusat Pendataan Administrasi dan pelaporan Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) (BPBD). Tahun ini Pemkab Probolinggo mengirimkan Desa Sumberanom Kecamatan Sumber sebagai peserta lomba desa tangguh bencana tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Bidang Penyuluhan Pertanian Tahun 2017 kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Pajarakan sebagai juara III pada lomba Kelembagaan Penyuluhan Berprestasi kategori Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Tingkat Provinsi Jawa Timur. (adv/budi)